Gambar 2
Kembali Tim Futsal Tarki 2 menimang piala juara 3 dari ajang SMA Tarki 2 Cup tahun 2015. ini adalah prestasi kedua Tim Futsal Tarki 2 setelah sebelumnya pada bulan Oktober kemarin juga memperoleh juara ke-3 di ajang Tarlim Cup 2015.
Gambar 3
Tinggal selangkah lagi. Bisa jadi beginilah kata-kata yang tak sempat terucap namun melekat kuat di benak anak-anak Tim Futsaal Putri SMP kita. Setelah hampir satu pekan berlaga tanding di ajang P 6 CUP Penabur musim CUP tahun ini, Tim Putri Tarki memastikan diri melangkah di putaran final.
Gambar 4
Mendengar istrumen gamelan jawa barangkali bayangan yang muncul di benak Anda adalah suara musik yang ditimbulkan dari seperangkat alat musik gamelan yang berjumlah besar dan dimainkan atau ditabuh oleh banyak orang. Dalam menabuh gamelan tersebut, sebagian penabuh dalam posisi duduk bersila dengan mengenakan pakaian tradisional dan dilengkapi berbagai asesoris. Begitulah visualisasi sebenarnya terkait dengan instrumen gamelan Jawa.
Sunday, 21 February 2016
Sunday, February 21, 2016
Kartika Ratri
Tuesday, 16 February 2016
Tuesday, February 16, 2016
Kartika Ratri
Seperti pelaksanaan Tarqi-Cup yang sudah-sudah, Tarq- Cup VI ini diirencanakan dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal 29 Februari sampai dengan 4 Maret 2016 dari pukul 10.00 WIB-16.00 WIB. Untuk memeriahkan Tarq Cup VI ini, panitia mengundang dan berharap partisipasi dari sejumlah sekolah tingkat SD maupun SMP baik negeri maupun swasta di sekitar sekolah. Mereka diharapkan berpartisipasi dalamn berbagai jenis perlombaan yang ada, di antaranya lomba mewarnai tingkat SD. lomba tari tradisional tingkat SD, lomba melukis tingkat SD. Matematika, Modern Dance tingkat SMP, Speeling Bee tingkat SMP, Basket Putra dan Putri tingkat SMP dan Futsal Putra tingkat SMP. Nantinya, panitia bekerja sama dengan sponsor menyediakan piala dan sejumlah uang pembinaan untuk masing-masing pemenang dari setiap jenis lomba tersebut.
Saturday, 13 February 2016
Saturday, February 13, 2016
Kartika Ratri
dengan sesi sebelumnya. Dikemas dalam bentuk diskusi kelompok, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Di dalam kelompok-kelompok tersebut kemudian peserta saling bertukar pendapat, sharing pengalaman tentang Cc-5. Tentang apa itu Cc-5 dan bagaimana sejauh ini implementasinya di dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkup sekolah, keluarga ataupun masyarakat pada umumnya. Cc-5 adalah semangat dasar yang dihidupi oleh segenap kominitas sekolah, yang meliputi Compassion, Celebration, Conviction, Creativity, Competence, dan Community. Masih di sesi ini, kembali suster menegaskan kepada para peserta tentang hakikat mencintai dan dicintai. Kita diciptakan ke dunia dengan cinta. Kita dicintai oleh teman, sahabat, orang tua, guru, bahkan Tuhan sendiri menciptakan kita karena Tuhan mencintai kita. Sayangnya, hal yang kita sering lupakan dalam hidup ini adalah tidak adanya kesadaran dalam diri sendiri bahwa kita itu dicintai. Sering kali, kita tidak menyadari jika kita diberi kesempatan untuk hidup. Tanpa disadari, kita tidak pernah juga mensyukuri atas kesempatan itu. Akibatnya, ketidakadaan kesadaran tersebut membuat kita tidak pernah memiliki sikap menghargai dan menghormati kesempatan dan justru bertindak sesuka hati kita. Namun demikian, karena cinta Tuhan itu cinta tanpa syarat, Tuhan tetap mencintai kita. Lantas, apa yang seharusnya kita lakukan jika demikian? Menyadari diri dan menjalani pengampunan adalah hal yang perlu dilakukan sebagai bentuk penyesalan atas tindakan-tindakan kita yang tidak bisa mensyukuri cinta tersebut. Di akhir sesi ini, suster membawa peserta rekoleksi ke alam permenungan untuk merenungkan Sabda Tuhan melalui perumpamaan “Anak yang Hilang” Di kisahkan ada tiga pribadi, anak sulung , anak bungsu dan seorang bapak yang murah hati. Melalui perumpamaan tersebut, sebenarnya Tuhan ingin mewartakan kepada kita bahwa Tuhan itu sungguh murah hati. Di akhir sesi ini suster mengajak peserta rekoleksi untuk sejenak merenungkan bagaimana karena cinta tersebut kita diciptakan Tuhan melalui perantaraan kedua orang tua kita.Tuesday, 9 February 2016
Tuesday, February 09, 2016
Kartika Ratri
“Lebih baik satu jam di pelataran Tuhan daripada berlama-lama di tempat lain,” demikian kata-kata penutup yang dilontakan oleh Romo Agus dalam perayaan Misa Kudus yang digelar di Aula SMA Tarakanita 2 Jakarta sebagai misa penutup atas serangkaian kegiatan Rekoleksi Bersama Guru Karyawan Tarakanita Blok Pluit Tahun Pelajaran 2015-2016.
Melalui Rekoleksi bersama di Aula SMA Tarakanita 2 Jakarta yang diikuti sekitar 120 peserta rekoleksi terdiri dari Unit KB-TK-SD-SMP-dan SMA Tarakanita Blok Pluit, dengan dipandu Kilam dkk sebagai Tim Motivator yang tergabung dalam Tyas Milisioner Study (TMS), segenap karyawan diharapkan mampu membangun persaudaraan berdasarkan sebuah karakter. Karakter tersebut terbentuk dari suatu kebiasaan baik dari serangkaian tindakan sebagai hasil pemikiran kita terhadap segala apa yang kita dengar, rasakan dan lihat di lingkungan sekitar kita. Melalui karakter baik yang secara bersama dibangun oleh segenap karyawan itulah nantinya nasib blok akan ditentukan. Wednesday, 3 February 2016
Wednesday, February 03, 2016
Kartika Ratri
Beberapa waktu yang lalu, kalian telah secara bersama-sama belajar menulis puisi berkenaan dengan keindahan alam. Ketika itu ada di antara kalian yang mengungkapkan tentang keindahan alam di lingkungan sekitar sekolah, ada juga yang mengangkat tentang keindahan di tempat-tempat lain, misalnya pegunungan, persawahan, danau, maupun pantai. Bagaimana kesan kalian? Menyenangkan bukan…! Masih terkait dengan kegiatan menulis puisi, pada kegiatan belajar kali ini kalian diajak kembali menulis puisi. Tema puisi yang akan kita angkat kali ini adalah seputar kejadian atau peristiwa yang pernah kita alami.
Di dalam kehidupan sehari-hari banyak peristiwa yang kita alami. Ada peristiwa suka, duka, sedih, gembira, dam masih banyak lagi. Mungkin kalian terkesan dengan satu peristiwa yang pernah kalian alami. Entah peristiwa yang sudah lama sekali terjadi atau justru peristiwa tersebut baru saja kalian alami. Kesan yang mucul bisa saja kesan yang membahagiakan ataupun sebaliknya. Terlepas bagaimana kesan kalian terhadap peristiwa tersebut, kalian dapat menjadikan peristiwa-peristiwa tersebut sebagai bahan atau ide penulisan puisi.
Sebagaimana pada kegiatan penulisan puisi sebelumnya, dalam penulisan puisi kali ini kalian tetap harus memperhatikan pemilihan kata yang tepat dan rima yang menarik. Rima merupakan pengulangan bunyi bersajak baik dalam larik-larik puisi ataupun pada akhir baris-baris puisi yang berdekatan. Rima yang kalian bangun bisa berupa asonansi, aliterasi ataupun sajak mutlak. Selain itu, kata-kata yang kalian pilih hendaknya mampu membangkitkan imajinasi pembaca sehingga pembaca merasa seolah-olah melihat, mendengar, merasakan dan bahkan mengalami sendiri apa yang kalian ungkapkan di dalam puisi karyamu.
Untuk melihat hasil selengkapnya puisi-puisi kalian, lebih lanjut ikutilah link berikut ini… menulis pusi berdasarkan peristiwa yang pernah dialami….!
RSS Feed
Twitter


